Senin, 28 Oktober 2019

Administrasi Dasar Linux

Sistem operasi linux

Pengertian linux
Adalah software sistem operasi open source yang gratis untuk disebarluaskan di bawah lisensi GNU. Linux merupakan turunan dari unix dan dapat bekerja pada berbagai macam perangkat keras koputer mulai dari inter x86 sampai dengan RISC.

Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.

SEJARAH LINUX
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. 
Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).
Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). 
Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.

FILE SYSTEM LINUX
Sistem operasi Linux mendukung banyak File System yang berbeda, tapi pilihan yang umum digunakan adalah keluarga Ext* (Ext2, Ext3 dan Ext4) dan ReiserFS. Berikut sistem file yang umumnya digunakan pada sistem operasi Linux:

1. Ext2 (2nd Extended)

Ext2 mendefinisikan topologi sistem file dengan memberikan arti bahwa setiap file pada sistem diasosiasiakan dengan struktur data inode. Sebuah inode menunjukkan blok mana dalam suatu file tentang hak akses setiap file, waktu modifikasi file, dan tipe file. Setiap file dalam sistem file Ext2 terdiri dari inode tunggal dan setiap inode mempunyai nomor identifikasi yang unik. Inode-inode file sistem disimpan dalam tabel inode. Direktori dalam sistem file Ext2 adalah file khusus yang mengandung pointer ke inode masing-masing isi direktori tersebut.

2. Ext3 (3rd Extended)

Ext3 adalah peningkatan dari sistem file Ext2. Peningkatan ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:
  • Journaling,
    dengan menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shutdown mendadak tidak akan selama pada Ext2. Namun ini menjadi kekurangan dari Ext3, karena dengan adanya fitur journaling, maka membutuhkan memori yang lebih dan memperlambat operasi I/O (Input/Output).
  • Integritas data,
    Ext3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shut down. Ext3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
  • Kecepatan,
    daripada menulis data lebih dari sekali, Ext3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada Ext2 karena Ext3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.
  • Mudah dilakukan migrasi,
    kita dapat berpindah dari sistem file Ext2 ke sistem file Ext3 tanpa melakukan format ulang.

3. Ext4 (4th Extended)

Ext4 merupakan peningkatan dari sistem file Ext3. Ext4 dirilis secara lengkap dan stabil mulai dari kernel 2.6.28. Keuntungan menggunakan Ext4 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit blok yang artinya dia akan mempunyai 1 EiB = 1.048.576 TB. Ukuran maksimum sistem file 16 TB.

4. JFS (Journalis File System)

JFS atau dikenal juga dengan nama IBM Journal File System merupakan sistem file pertama yang menawarkanjournaling. JFS sudah bertahun-tahun digunakan dalam IBM AIX® OS sebelum digunakan ke GNU/Linux. JFS saat ini menggunakan sumber daya CPU paling sedikit dibandingkan sistem file GNU/Linux lainnya. JFS sangat cepat diformat, mounting dan fsck, serta memiliki kinerja sangat baik, terutama berkaitan dengan deadline I/O scheduler. Walaupun begitu, dukungan terhadap JFS tidak seluas sistem file Ext atau Reiser FS.

5. Reiser FS

Sistem file Reiser dibuat berdasarkan balance tree yang cepat dan unggul dalam hal kinerja, dengan algoritma yang lebih rumit. Sistem file Reiser juga memiliki jurnal yang cepat dan ciri-cirinya mirip sistem file Ext3. Sistem file Reiser lebih efisien dalam pemanfaatan ruang disk, dimana dapat menghemat disk sampai dengan 6 persen. Contohnya jika kita menulis file 100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blok sementara sistem file lain menempatkannya dalam 100 blok. Reiser file system tidak memiliki pengalokasian yang tetap untuk inode.
FILE SYSTEM HIEARARCHY STANDAR LINUX BESERTA FUNGSI:

  • / ( Root folder ) : menduduki posisi puncak di dalam hirarki, direktori ini dilambangkan dengan tanda slash ( / ) atau biasa disebut garis miring. Direktori ini membawahi semua direktori penting lainnya. Sehingga penulisan direktori lainnya selalu menggunakan tanda / di depannya, yang menunjukkan kalau direktori tersebut dibawah root.
  • /bin : Direktori ini berisi perintah dasar yang dibutuhkan oleh system maupun user. Sebagian perintah dasar yang bisa anda jalankan disimpan dalam direktori ini.
  • /boot : berisi program dan data yang dibutuhkan pada saat melakukan proses booting (menjalankan) system.
  • /dev : direktori tempat file device
  • /etc : berisi file konfigurasi system
  • /home : direktori tempat menyimpan data user. Setiap user yang terdaftar secara otomatis akan dibuatkan direktori /home.
  • /lib : berisi file-file library dari aplikasi yang ada di system. Kadangkala satu file library digunakan oleh beberapa aplikasi secara bersama-sama.
  • /media : saat anda memasang flash disk ke komputer anda, anda bisa menemukan direktori flash disk di /media, karena direktori ini akan berisi media yang bisa dibongkar pasang di komputer anda. Seperti cdrom, flopy disk, flash disk, hardisk eksternal dsb.
  • /mnt : direktori tempat pengaitan sistem sementara
  • /opt : berisi paket aplikasi tambahan yang kita install ke dalam system.
  • /proc : filesystem untuk menjalankan proses
  • /root : direktori untuk user root
  • /sbin : berisi program biner yang dibutuhkan untuk menjalankan dan memperbaiki system. Biasanya aplikasi yang ada hanya bisa dijalankan oleh administrator atau root.
  • /temp : direktori tempat menyimpan file temporeri
  • /usr : berisi program-program yang bisa di akses oleh user, program source code. Di dalam direktori ini ada subdirektori /usr/bin dan /usr/sbin yang menyimpan aplikasi executable yang fungsinya sama dengan filefile di direktori /bin dan /sbin.
  • /var : untuk menyimpan informasi proses, seperti system history, access logs, dan error logs.
Dengan adanya standar FHS ini, pengguna dan pengembang memiliki pedoman direktori standar apa yang dibutuhkan untuk meracik sebuah distribusi Linux yang operasional. Juga file dan pustaka, masing-masing letaknya dimana, dipandu oleh standar ini.

Selasa, 22 Oktober 2019

Konkurensi dan Keamanan Sistem

A. Pengertian Konkurensi
Konkurensi merupakan landasan umum perancangan sistem operasi. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses (lebih dari satu proses) ada pada saat yang sama.
Proses-proses konkuren dapat sepenuhnya tidak bergantung dengan lainnya tapi dapat juga saling berinteraksi. Proses-proses yang berinteraksi memerlukan sinkronisasi agar terkendali dengan baik.

B. Prinsip-prinsip Konkurensi
Prinsip-prinsip konkurensi meliputi :

  • Alokasi layanan pemroses untuk proses-proses
  • Komunikasi antar proses
  • Sinkronisasi aktivitas banyak proses
Konkurensi dapat muncul pada konteks berbeda, yaitu:
  • untuk banyak pemakai
  • untuk strukturisasi dari aplikasi
  • untuk strukturisasi dari satu proses
  • untuk strukturisasi dari sistem operasi.
  
C. Beberapa kesulitan yang ditimbulkan konkurensi
  1. Pemakaian bersama sumber daya global
  2. Pengelolaan alokasi sumber daya agar optimal
  3. Pencarian kesalahan program (Debuging)
pengertian kesulitan yang ditimbulkan konkurensi :
1. Pemakian bersama sumber daya global
Jika dua proses menggunakan variabel global yang sama serta keduanya membaca dan menulis variabel itu, maka urutan terjadinya pembacaan dan penulisan terhadap variabel bersama menjadi kritis.

2. Pengelolaan alokasi sumber daya agar optimal
Jika proses A meminta suatu kanal masukan/keluaran tertentu dan dipenuhi, permintaan tersebut dapat ditunda (suspend) sebelum menggunakan kanal tersebut.

3. Pencarian kesalahan pemrograman
Pencarian kesalahan pada pemrograman konkuren lebih sulit dibanding pencarian kesalahan pada program-program sekuen.

D. Masalah-masalah konkuren
1. Mutual exclusion adalah jaminan hanya satu proses yang mengakses sumber daya pada suatu interval waktu tertentu.
2. Deadlock adalah suatu kondisi dimana dua proses atau lebih tidak dapat meneruskan eksekusinya oleh pemroses.
3. Startvation adalah keadaan dimana pemberian akses bergantian terus menerus , dan ada suatu proses yang tidak mendapatkan gilirannya.

Pokok Penyelesaian Masalah Konkurensi
- Pada dasarnya penyelesaian masalah konkurensi terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama
2. Tidak mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama.
- Adanya memori bersama lebih mempermudah dalam penyelesaian masalah konkurensi.

Definisi Keamanan
Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya agar tidak digunakan atau dimofikasi orang yang tidak diotorisasikan.
Keamanan sistem terbagi menjadi tiga, yaitu : 
1. Keamanan Eksternal (external security)
Berkaitan dengan pengalaman fasilitas komputer dari penyusup dan bencana, seperti kebakaran dan kebanjiran.

2. Keamanan Interface Pemakai (user interface secury)
Berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum pemakai diizinkan mengakses program dan data yang disimpan.

3. Keamanan Internal (internal security)
Berkaitan dengan pengaman beragam kendali yang bangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang andal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data.

Ancaman - ancaman keamanan
Kebutuhan keamanan sistem komputer meliputi tiga aspek, yaitu:
1.Kerahasian (secrecy) adalah keterjaminan bahwa informasi di sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak - pihak yang diotorisasi, sehingga jika dimodifikasi tetep terjaga konsistensi dan keutuhan datanya.

2. Integritas (intergrity) adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak - pihak yang diotorisasi.

3. Ketersediaan (Availability) adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer tersedia bagi pihak - pihak yang diotorisasi saat diperlukan.

Tipe - tipe Ancaman Keamanan
1. Interupsi
Sumber daya sistem komputer dihancurkan atau menjadi tidak tersedia atau tidak berguna. Merupakan ancaman terhadap ketersediaan.

2. Intersepsi
Pihak tidak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tidak diotorisasi dapat berupa orang atau program komputer.

3. Modifikasi
Pihak tidak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Merupakan ancaman terhadap integritas.

4. Fabrikasi
Pihak tidak diotorisasi menyisipkan/memasukkan objek-objek palsu ke sistem. Merupakan ancaman terhadap integritas.

Kamis, 17 Oktober 2019

Penjadwalan Proses


                                      DESKRIPSI PENJADWALAN PROSES
 Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan  mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.

Penjadwalan bertugas memutuskan hal-hal berikut:
1. Proses harus berjalan,
2. Kapan dan berapa lama proses itu berjalan.

Sasaran utama penjadwalan proses adalah optimasi kinerja sistem komputer menurut kriteria tertentu.


KRITERIA/TUJUAN PENJADWALAN PROSES
1. Adil (Fairness) adalah proses-proses diperlakukan sama yaitu mendapat jatah waktu layanan pemroses yang sama dan tidak ada proses yang tidak kebagian layanan pemroses.  
2. Efisiensi (Utilisasi) adalah pemroses yang dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses dengan total waktu operasi sistem komputer.      

3. Waktu Tanggap (Response Time)
    -  Sistem Interaktif didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat katakter terakhir dari perintah dimasukkan oleh program sampai hasil pertama muncul diperangkat masukan keluaran seperti layar.
    -  Sistem waktu nyata didefinisikan sebagai waktu dari saat kemunculan suatu kejadian sampai instruksi pertama rutin layanan terhadap kejadian dieksekusi.

4. Turn Arround Time adalah waktu yang dihabiskan dari saat proses atau job mulai masuk kesistem sampai proses itu diselesaikan sistem. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan proses berada disistem, diekspresikan sebagai penjumlahan waktu eksekusi dan waktu menunggu dari proses itu, yaitu:
Turn arround time = waktu eksekusi + waktu menunggu

5. Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan selama satu selang/unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah proses/job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu tertentu.

TIPE-TIPE PENJADWALAN
1. Penjadwalan Jangka Pendek
Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di antara proses-proses ready di memori utama. Penjadwalan dijadwalkan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.
2. Penjadwalan Jangka Menengah
Proses status ready - running - waiting - ready
3. Penjadwalan Jangka Panjang
Penjadwal ini bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi. Batch biasanya adalah proses - proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (yaitu waktu pemroses, memori, perangkat masukan/keluaran), program-program ini berprioritas rendah, digunakan sebagai pengisi (agar pemroses sibuk) selama periode aktivitas job - job interaktif rendah.
PENJADWALAN PROSES
3 istilah yang digunakan pada penjadwalan proses
1. Antrian
- Sejumlah proses yang menunggu menggunakan prosesor dan akan diproses sesuai dengan urutan antrian proses.
- Proses berada dalam memori utama.
2. Prioritas
Mendahului pada antrian proses, kalau proses itu berada di bagian belakang antrian, maka dengan pemberian prioritas, proses itu langsung berada dibagian paling depan pada antrian itu sambil menunggu sampai kerja prosesor selesai.
3. Prempsi
Mendahului pada antrian proses, kalau proses itu berada di bagian belakang antrian, maka dengan pemberian prempsi, proses itu langsung berada dibagian paling depan pada antrian itu bahkan akan memberhentikan kerja prosesor untuk mengerjakan proses yang prempsi tersebut.
PERHITUNGAN PADA KERJA PROSESOR
  • Lama Proses (t) adalah lama waktu yang diperlukan untuk mengolah proses itu di dalam prosesor
  • Lama Tanggap (T) adalah waktu yang diperlukan untuk proses sejak mulai sampai selesai diolah oleh prosesor.
Terdapat 2 macam lama tanggap :
- Turn around time, Dengan memperhitungkan lama waktu.
- Respon time, Tidak memperhitungkan lama waktu.

TEKNIK PENJADWALAN PROSESOR
1. Kategori penjadwalan prosesor
    - Tanpa prioritas tanpa prempsi
    - Dengan prioritas tanpa prempsi
    - Tanpa prioritas dengan prempsi
    - Dengan prioritas dengan prempsi
2. Teknik penjadwalan prosesor
    - Penjadwalan satu tingkat
    - Penjadwalan multi tingkat
3. Teknik penjadwalan satu tingkat.
 
RUMUS PENJADWALAN
  •  Jika terdapat N proses serentak, serta setiap proses memiliki lama tanggap sebesar T, maka rerata lama tanggap Tr adalah :
          - Tr = (jumlah Ti)/N
  • Waktu sia-sia (T - t), waktu yang terbuang dalam antrian atau selama terkena prempsi.
  • Rasio tanggap (Rt), perbandingan di antara lama proses terhadap lama tanggap.
  • Rasio pinalti (Rp), perbandingan diantara lama tanggap terhadap lama proses.
         - Rt = t/T dan
         - Rp = T/t
 
ALGORITMA PENJADWALAN PROSES
  1. Algoritma First Come First Served (FCFS)/FIFO (First In First Out)
  2. Algoritma PTD/SJF (Shortest Job First)
  3. Algoritma PTDP (Penjadwalan proses terpendek dipertamakan prempsi)
  4. Algoritma RPTD (Ratio penalti tertinggi dipertamakan)
  5. Algoritma Roun Robin 
Penjelasan algoritma penjadwalan proses
1. Algoritma penjadwalan proses terpendek dipertamakan prempsi (PTDP/FCFS/FIFO)
Merupakan algoritma penjadwalan CPU yang paling sederhana. Proses yang tiba lebih dahulu akan dilayani lebih dahulu. Jika ada proses tiba pada waktu yang sama, maka pelayanan mereka dilaksanakan berdasarkan urutan  dalam antrian. Proses di antrian belakang harus menunggu sampai semua proses di depannya selesai.
 
Contoh :
Misalkan ada tigas proses P1,P2,P3 yang datang dengan lama waktu kerja CPU(CPU Waiting Time) masing-masing sebagai berikut :
Proses                        Waiting Time
   P1                                     24
   P2                                       3
   P3                                       3
Jika proses datang dengan urutan P1,P2,P3 dan dilayani dengan algoritma FIFO, maka dapat digambarkan Gantt Chart-nya :
 
  • Dari Gantt Chart dapat diambil kesimpulan waktu tunggu untuk P1 adalah 0 milidetiktunggu  untuk P2 adalah 24 milidetik, waktu tunggu P3 adalah 27 milidetik.
  • Jadi rata-rata waktu tunggu  (Average Waiting Time/AWT) adalah (0+24+27)/3 = 17 milidetik.  
  • Kemudian jika waktu kedatangan proses adalah P3, P2, P1 maka Gantt Chartnya adalah
 
  • Turn around time (waktu penyelesaian) P3 adalah 0, P2 = 3, P1=6, maka rata-rata turn around time = (0+3+6)/3 = 3 milidetik.
2. Algoritma PTD/SJF
Penjadwalan dengan prioritas tanpa prempsi, terdapat 2 langkah :
- Langkah I : tentukan urutan prioritas berdasarkan pendeknya proses yang dilayani
- Langkah II : penentuan proses mana yang dilayani oleh pemroses.
  •  Setiap proses yang ada dalam ready queue akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil
  • Hal ini mengakibatkan waiting time yang terpendek untuk setiap proses, maka rerata waiting time (AWT) juga menjadi pendek
  • Algoritma ini dikatakan optimal.
contoh :
Nama Proses                     Waktu Tiba                  Lama Eksekusi
        A                                             0                                        10
        B                                             0                                          5
        C                                             0                                          7
        D                                             0                                          1
        E                                             0                                          3


Proses Lanjutan
 

Nama Proses                     Waktu Tiba                  Lama Eksekusi
        D                                             0                                          1
        E                                             0                                          3
        B                                             0                                          5
        C                                             0                                          7
        A                                             0                                         10
 
 
Proses Lanjutan
 
 
Nama         Waktu      Lama                  Mulai            Selesai              TA
Proses        Tiba       Eksekusi         Eksekusi       Eksekusi
     D                  0                1                         0                       1                       1
     E                   0               3                          1                      4                        4
     B                   0               5                          4                      9                       9
     C                   0               7                          9                    16                      16
     A                  0              10                         16                 26                       26
                                ∑TA = 56
                                 rata2 TA = 11,2
 Proses Lanjutan

Nama Proses                 Lama Eksekusi           Waktu Tiba
        D                                             1                                       0
        E                                             3                                        2
        B                                             5                                        5
        C                                             7                                        7
        A                                           10                                       9
 
Proses Lanjutan


Nama         Waktu      Lama                  Mulai            Selesai          Waktu         TA
Proses        Tiba       Eksekusi         Eksekusi       Eksekusi       Tunggu
     D                  0                1                         0                       1                      0                 1
     E                   2               3                          2                      5                       0                 3
     B                   5               5                          5                   10                       0                 5
     C                   7               7                          10                 17                      3               10
     A                  9              10                         17                 27                       8              18
                                                              ∑TA = 37
                                                                  Rerata = 7,4

3. Algoritma penjadwalan proses terpendek dipertamakan prempsi (PTDP/PSPN/SRT)
Penjadwalan dengan prioritas dengan prempsi beberapa ketentuan :
  • Prioritas berdasarkan pendeknya sisa proses
  • Diperhatikan saat proses tiba atau saat proses selesai
  • Menghitung lama sisa proses dari semua proses yang ada
  • Jika proses dengan sisa proses yang lebih pendek dari proses yang sedang dikerjakan, maka atas dasar prempsi proses yang sedang dikerjakan akan dikeluarkan dari prosesor.

contoh :
Nama Proses    Saat Tiba       Lama Proses
         A                           0                        7
         B                           2                        3
         C                           4                        9
         D                           5                        4
 
Barisan Proses :
                           A                B                  C           D
 
 Sisa                           A=5           A=5              A=5
 
                                    B=2           B=1              B=0
                                                       C=9              C=9
                                                       D=4
 
 
 
 
Tabel PTPD
 
 
 
 4. Algoritma Penjadwalan Ratio Pinalti Tertinggi Dipertamakan (RPTD/HPRN)
Penjadwalan dengan prioritas tanpa prempsi
ketentuan :
Prioritas berdasarkan besarnya nilai ratio pinalti
rumus ratio pinalti = Rp = (s + t)/t
    s = waktu sia-sia (saat selesai - saat tiba)
    t = lama proses
Tetap mendahulukan proses terpendek, namun prioritas proses panjang akan turut meningkat melalui peningkatan ratio pinaltinya.
 
contoh :
  
Step  1
 
PENJELASAN STEP 1
Pada saat 0 : hanya ada A, A diolah
Pada saat 4 : A rampung B,C,D,E telat tiba
 
Perhitungan Rasio Penalti  
       Proses         Tiba Selama          Rasio Penalti
           B                  4 - 1 = 3                 (3 + 2)/2 = 2,5
           C                  4 - 2 = 2                 (2 + 5)/5 = 1,2
           D                  4 - 3 = 1                 (1 + 8)/8 = 1.125
           E                  4 - 4 = 0                  (0 + 4)/4 = 1
 
 Ratio penalti tertinggi pada B, B diolah

Step 2
PENJELASAN STEP 2

Pada saat 6  :  A dan B telah rampung 
Perhitungan rasio penalti
           Proses        Tiba selama        Rasio penalti
     C              6 - 2 = 4            (4 + 5)/5 = 1,8
     D              6 - 3 = 3            (3 + 8)/8 = 1,375
     E              6 - 4 = 2            (2 + 4)/4 = 1,5
         
Rasio penalti tertinggi pada C, C diolah
Step 3
 
PENJELASAN STEP 3
 
Pada saat 11 :  A, B, dan C telah rampung
Perhitungan rasio penalti
     Proses          Tiba selama             Rasio penalti
          D               11 - 3 = 8               (8 + 8)/8 = 2
          E               11 - 4 = 7               (7 + 4)/4 = 2,75
          
Raio penalti tertinggi pada E, E diolah
Pada saat  15 : A, B, C, dan E telah rampung D diolah
Tabel RPTD/HPRN 
 
Barisan proses
 
   
 

5. Algoritma Penjadwalan Putar Gelang (Roun Robin/Time Slice)
Penjadwalan tanpa prioritas dengan prempsi

Beberapa ketentuan :
  • Kuantum waktu, waktu yang digunakan oleh prosesor untuk melengkapi setiap proses
  • Prosesor akan melayani setiap proses berdasarkan antrian
  • Prosesor akan melayani sesuai dengan kuantum waktu yang sudah ditentukan.
contoh :
Tabel proses putar gelang
Kuantum 3

Penyelesaian Algoritma Roun Robin/Time Slice
 
 
Tabel putar gelang