Selasa, 22 Oktober 2019

Konkurensi dan Keamanan Sistem

A. Pengertian Konkurensi
Konkurensi merupakan landasan umum perancangan sistem operasi. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses (lebih dari satu proses) ada pada saat yang sama.
Proses-proses konkuren dapat sepenuhnya tidak bergantung dengan lainnya tapi dapat juga saling berinteraksi. Proses-proses yang berinteraksi memerlukan sinkronisasi agar terkendali dengan baik.

B. Prinsip-prinsip Konkurensi
Prinsip-prinsip konkurensi meliputi :

  • Alokasi layanan pemroses untuk proses-proses
  • Komunikasi antar proses
  • Sinkronisasi aktivitas banyak proses
Konkurensi dapat muncul pada konteks berbeda, yaitu:
  • untuk banyak pemakai
  • untuk strukturisasi dari aplikasi
  • untuk strukturisasi dari satu proses
  • untuk strukturisasi dari sistem operasi.
  
C. Beberapa kesulitan yang ditimbulkan konkurensi
  1. Pemakaian bersama sumber daya global
  2. Pengelolaan alokasi sumber daya agar optimal
  3. Pencarian kesalahan program (Debuging)
pengertian kesulitan yang ditimbulkan konkurensi :
1. Pemakian bersama sumber daya global
Jika dua proses menggunakan variabel global yang sama serta keduanya membaca dan menulis variabel itu, maka urutan terjadinya pembacaan dan penulisan terhadap variabel bersama menjadi kritis.

2. Pengelolaan alokasi sumber daya agar optimal
Jika proses A meminta suatu kanal masukan/keluaran tertentu dan dipenuhi, permintaan tersebut dapat ditunda (suspend) sebelum menggunakan kanal tersebut.

3. Pencarian kesalahan pemrograman
Pencarian kesalahan pada pemrograman konkuren lebih sulit dibanding pencarian kesalahan pada program-program sekuen.

D. Masalah-masalah konkuren
1. Mutual exclusion adalah jaminan hanya satu proses yang mengakses sumber daya pada suatu interval waktu tertentu.
2. Deadlock adalah suatu kondisi dimana dua proses atau lebih tidak dapat meneruskan eksekusinya oleh pemroses.
3. Startvation adalah keadaan dimana pemberian akses bergantian terus menerus , dan ada suatu proses yang tidak mendapatkan gilirannya.

Pokok Penyelesaian Masalah Konkurensi
- Pada dasarnya penyelesaian masalah konkurensi terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama
2. Tidak mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama.
- Adanya memori bersama lebih mempermudah dalam penyelesaian masalah konkurensi.

Definisi Keamanan
Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya agar tidak digunakan atau dimofikasi orang yang tidak diotorisasikan.
Keamanan sistem terbagi menjadi tiga, yaitu : 
1. Keamanan Eksternal (external security)
Berkaitan dengan pengalaman fasilitas komputer dari penyusup dan bencana, seperti kebakaran dan kebanjiran.

2. Keamanan Interface Pemakai (user interface secury)
Berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum pemakai diizinkan mengakses program dan data yang disimpan.

3. Keamanan Internal (internal security)
Berkaitan dengan pengaman beragam kendali yang bangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang andal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data.

Ancaman - ancaman keamanan
Kebutuhan keamanan sistem komputer meliputi tiga aspek, yaitu:
1.Kerahasian (secrecy) adalah keterjaminan bahwa informasi di sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak - pihak yang diotorisasi, sehingga jika dimodifikasi tetep terjaga konsistensi dan keutuhan datanya.

2. Integritas (intergrity) adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak - pihak yang diotorisasi.

3. Ketersediaan (Availability) adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer tersedia bagi pihak - pihak yang diotorisasi saat diperlukan.

Tipe - tipe Ancaman Keamanan
1. Interupsi
Sumber daya sistem komputer dihancurkan atau menjadi tidak tersedia atau tidak berguna. Merupakan ancaman terhadap ketersediaan.

2. Intersepsi
Pihak tidak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tidak diotorisasi dapat berupa orang atau program komputer.

3. Modifikasi
Pihak tidak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Merupakan ancaman terhadap integritas.

4. Fabrikasi
Pihak tidak diotorisasi menyisipkan/memasukkan objek-objek palsu ke sistem. Merupakan ancaman terhadap integritas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar